Home      About Us      FAQ      How to Buy      Articles      Contact Us      My Account      My Wishlist      Shopping Cart [0]
User :
 
Password :
news
Technology Mirrorless dibanding DSLR
Technology of GPS Tracker
Update Perkembangan Dunia IT di Bidang Game
Perkumpulan Seni Foto Surabaya
Koperasi XXI
Smart Home
Teknologi CCTV
Memilih Media Pemadam Api untuk Produk IT
Media Website dalam Kehidupan Sehari-hari
Hasil Survei: Orang Indonesia Paling Banyak Beraktivitas di Depan Layar Kaca
Cyber City
Bandwidth Management
Peran Perempuan di Dunia IT
IT di Kafe Gaul
Penyimpanan Data Server dan Backup Data
Program Talkshow
Orange TV Hadirkan Kanal Baru Cinema World
Events
Dapatkan VOUCHER DISKON GPS TRACKER.
Semarak Majalah, Animasi dan Game Digital Surabaya atau disingkat dengan SEMANGGI SUROBOYO
Technology Mirrorless dibanding DSLR

Siaran Talkshow MAKE IT EASY on 104,7  Sindo Trijaya FM Surabaya
(Hasil Kerjasama www.limabenua.com dengan 104,7  Sindo Trijaya FM Surabaya)
07Agustus 2014, pukul 14.00-15.00

Kamis (07/08) di 104,7 Sindo Trijaya FM Surabaya memulai sebuah program “Make It Easy” yang bekerjasama dengan PT. Lima Benua Koneksindo (www.LimaBenua.com). Program ini membahas seputar permasalahan menarik seputar dunia teknologi informasi. Memberikan informasi yang bersifat Edukasi bagi masyarakat, bahwa dengan adanya produk/perangkat IT itu sangat membantu dan mempermudah seseorang dalam melakukan aktivitasnya, baik di perusahaan maupun aktivitas lainnya. Talkshow dibawakan langsung oleh Adi Permana mulai pukul 14.00-15.00 WIB tiap kamis.

Mengusung tema kali ini yaitu “Technology Mirrorless dibanding DSLR”. Dengan mengundang narasumber yang berkompeten dibidangnya yaitu Bapak Anggiawan Pratama dari PT. Fujifilm Indonesia.

DSLR awalnya hanya digunakan untuk profesional seperti wartawan, photographer profesional, atau para pekerja foto lain. Sehingga saat itu harga DSLR masih sangat tinggi dan banyak yang tidak sanggup membeli. Kemudian para produsen kamera melihat peluang untuk membuat kamera DSLR dengan harga murah untuk dapat dipakai masyarakat umum. Maka banyak bermunculan berbagai kamera DSLR murah mulai harga 5jt sampai 10jt. Kamera DSLR populer karena dianggap memiliki kualitas gambar yang bagus dibandingkan kamera poket. DSLR ada sudah sekitar sepuluh tahunan lebih dengan kisaran haraga belasan juta.

Penelpon Bapak John Kang selaku pendiri dan penasehat PSS (Perkumpulan Seni Foto Surabaya). Kemajuan dari fotografi sangat luar biasa dengan adanya teknologi kamera digital, terutama teknologi kamera DSLR. Namun kamera digital pocket tak kalah bagus hasilnya. Dengan harga kamera yang relatif murah kita dapat memotret dengan hasil yang bagus. Pak John Kang sendiri mengatakan untuk menghasilkan foto yang bagus seperti hasil jepretannya bukan hanya karena dari kameranya yang bagus pula tetapi dari segi user (manusianya) terutama dalam pemakaiannya. Jangan sampai manusia diperalat oleh alat sendiri karena alat hanya sebagai sarana. Segi pandang photographer, kamera yang baru bagus atau tidaknya hasil jepretan dilihat dari lensanya. Apabila lensa yang digunakan berkualitas maka hasil jepretan dari ratio warnanya terlihat bagus, ketajamannya, kecerahannya dll. Untuk menguji dan mengetahui kriteria dari sebuah lensa harus dicoba dahulu untuk mengetahui hasil jepretan foto.

Tanggapan sms dari Bu Riska, menanyakan DSLR setara dengan berapa megapixel, apakah ada DSLR yang digunakan untuk merekam video, dan cara perawatan yang baik bagaimana. Bapak Anggiawan menjawab, DSLR banyak variasi megapixelnya ada yang 12 megapixel, 14 megapixel maupun 16 megapixel dst. Sebenarnya megapixel adalah seberapa besar resolusi gambar yang dihasilkan dan seberapa besar foto dari kamera tersebut dapat dicetak.Pemilihan megapixel sendiri sesuai kebutuhan, jika hanya untuk foto yang dipajang dirumah cukup menggunakan resolusi 10/12 megapixel. Point kedua, hampir seluruh kamera dapat merekam video, baik video HD , video full HD maupun sudah diatas HD. Point ke tiga cara merawat kamera yang baik yaitu jangan dibiarkan ditempat lembab. Karena itu yang dapat merusak dan menimbulkan jamur. Ketika setelah dipakai seperti dari pantai, banyak debu-debu mikro yang beterbangan diudara ada kemungkinan mengotori lensa dan masuk ke sensor kamera. Biasakan setelah digunakan dibersihkan dengan blower.

Sms dari Pak Rudi di margomulyo, menanyakan ingin hasil yang baik kira-kira kamera jenis apa yang baik dan murah. Jawab Pak Anggiawan, banyak kamera yang murah dengan hasil bagus mulai dari kamera pocket harga 1jt sampai 8 jt ada perbedaan kualitas. Yang membedakan adalah dari sensornya, lensa dan prosessor. Semakin mahal kamera akan semakin bagus dan maju teknologinya. Namun yang paling penting diperhatikan adalah fitur-fiturnya apakah sesuai kebutuhan. Yang paling penting adalah bagaimana pemakai mengerti apa saja hal-hal yang mempengaruhi kualitas foto seperti fitur-fiturnya.

Teknologi kamera yang terbaru adalah teknologi kamera mirorrless, adalah tidak menggunakan cermin. Di sistem DSLR jika kita membuka lensa suatu DSLR didalamnya kita lihat ada cermin. DSLR sendiri adalah sistem yang menggunakan cermin, cara kerjanya yaitu memantulkan gambar dari lensa ke fifinder menggunakan cermin. Sedangkan mirorrless lebih menggantungkan kepada elektronik, setingkat lebih advance. Keunggulan tidak ada cermin. Sistem kaca itu membuat ukuran DSLR menjadi besar sehingga tidak dapat dibuat compact atau tidak bisa dibuat kecil. Tetapi ketika mirror/kaca itu lepas pada akhirnya ukuran kamera akan bisa disusutkan lebih kecil.

Tanggapan sms dari Pak Sugeng Waluyo dari Probolinggo, kami tinggal dikaki gunung dengan kelembapan yang tinggi bagaimana cara melindungi kamera dari lembabp. Jawaban dari Pak Anggiawan, usahakan memiliki kamera yang lebih tahan terahadap kelembapan yang lebih tinggi. Dan untuk lebih amannya simpan pada tempat penyimpanan khusus yaitu drybox.
Mirorrless sendiri tidak jauh berbeda dari kamera DSLR, saat ini kualitas mirorrles sudah setara bahkan lebih baik dari pada kamera DSLR. Banyak digunakan untuk keperluan profesional maupun traveling. Kelebihannya sendiri kamera mirorrless itu low profil dan invisible.

Penelpon dari Pak Eko, ditawarkan oleh teman tetapi kamera tersebut pada lensanya seperti terdapat rayap, meminta saran apakah kamera tersebut dibeli dengan dibersihkan terlebih dahulu dan diservis atau lebih baik beli baru. Pak Anggiawan menjawab, pertama sebelum membeli kamera second lebih baik dicek terlebih dulu dari lensanya, body, shuttercount dll. Sebaiknya membeli yang baru, namun jika ingin mambeli kamera dari temen bisa dicek dahulu. Perkiraan biaya servis dapat diketahui setelah dilakukan pengecekan.

 
Be the first to know!
Home
About Us
FAQ
Video Streaming
How to Buy
News & Events
Articles
New Arrivals
Contact Us
My Account
My Wishlist
Downloads
Testimonial
Forum
Career
Sitemap
 
© 2012-2014 Lima Benua Koneksindo. All rights reserved.