2.700 orang dari 67 negara. Berkumpul di Bali, bukan
untuk berlibur, tapi untuk membicarakan masa depan digital Asia Pasifik.
Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 resmi dibuka
hari ini. Angka partisipasinya melonjak drastis—dari 1.800 peserta di
tahun lalu menjadi lebih dari 2.700 tahun ini. Pertemuan bisnis yang
tercatat pun hampir dua kali lipat, dari 2.400 menjadi 4.200 pertemuan.
Tapi
ini bukan sekadar rekor, ini adalah momen di mana Indonesia—melalui
TelkomGroup—mengirimkan sinyal: kami bukan lagi sekadar pasar. Kami
adalah penghubung.
Apa yang Terjadi?
BATIC 2026 mengusung tema
"Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress"—menyatukan ekosistem
untuk mendorong kemajuan yang terhubung. Konferensi yang berlangsung
24–28 Agustus ini menghadirkan lebih dari 760 perusahaan dari 67 negara,
termasuk peserta dari Amerika Latin.
Tapi yang menarik bukan
hanya skalanya. Pembahasannya juga bergeser. Tahun ini, BATIC tidak
hanya membahas konektivitas telekomunikasi tradisional. Topik utamanya
meliputi pengembangan autonomous AI, cloud, dan infrastruktur digital
masa depan. Salah satu pembaruan utama adalah hadirnya
ignitePRO—konferensi eksekutif yang secara khusus membahas bagaimana
perusahaan bisa mengubah ambisi AI menjadi aksi nyata.
Direktur
Utama Telkom, Dian Siswarini, menyebut peningkatan partisipasi ini
menunjukkan semakin besarnya minat industri terhadap kolaborasi di
tengah pesatnya perkembangan AI, cloud, dan infrastruktur digital.
Mengapa Ini Penting?
Karena selama ini, Indonesia sering diposisikan sebagai konsumen teknologi global. Pasar yang besar, tapi pasif.
BATIC
2026 membalik narasi itu. Dengan menghadirkan 2.700 delegasi dari 67
negara—dan memfasilitasi 4.200 pertemuan bisnis—Indonesia menunjukkan
bahwa ia bisa menjadi tempat di mana keputusan bisnis teknologi dibuat,
bukan hanya tempat di mana produk teknologi dijual.
Dian
Siswarini menegaskan hal ini: "Kolaborasi yang terjalin tidak berhenti
pada transaksi jangka pendek, tetapi berkembang menjadi kemitraan jangka
panjang untuk membangun ekosistem digital yang lebih kuat". Ini adalah
pernyataan ambisi. BATIC bukan sekadar konferensi tahunan. Ini adalah
panggung bagi Indonesia untuk memposisikan diri sebagai hub digital
kawasan.
Konteksnya: Indonesia di Tengah Perlombaan AI Asia Pasifik
BATIC
2026 tidak terjadi dalam ruang hampa. Ia adalah bagian dari momentum
yang lebih besar. Beberapa pekan sebelumnya, pemerintah mengumumkan
strategi full stack of AI. Pekan lalu, NeutraDC menggandeng PLN untuk
ekspansi data center 200 MW. Hari ini, BATIC 2026 mempertemukan pelaku
industri dari seluruh dunia untuk membahas bagaimana semua itu bisa
terwujud.Ada benang merah yang menghubungkan semua ini: Indonesia sedang
membangun ekosistem, bukan sekadar proyek.
Dian Siswarini
menyadari betul bahwa pasar besar tidak cukup. Nilai ekonomi digital
Indonesia memang diproyeksikan mencapai lebih dari USD 360 miliar pada
2030. Tapi tanpa ekosistem yang kuat, angka itu hanya angka. "Yang jauh
lebih penting adalah bagaimana kita membangun the whole ecosystem. Tanpa
ekosistem yang dibangun secara menyeluruh, inovasi, kolaborasi, dan
penciptaan value yang berkelanjutan akan sulit dicapai", tegasnya.
CEO
Telin, Abdul Rahman Ansyori, menambahkan bahwa kolaborasi kini tidak
lagi cukup dilakukan antarperusahaan telekomunikasi. Ekosistem digital
perlu melibatkan hyperscaler, pemilik teknologi, operator, hingga
regulator. Inilah yang membuat BATIC 2026 berbeda. Ia tidak hanya
mempertemukan penjual dan pembeli. Ia mempertemukan seluruh rantai nilai
ekosistem digital.
Dampaknya bagi Perusahaan di Indonesia
Bagi pelaku bisnis teknologi, ada tiga sinyal penting:
Pertama,
Indonesia sedang menjadi magnet bagi pemain global. 2.700 delegasi dari
67 negara bukanlah angka kecil. Perusahaan yang bisa menjadi mitra
lokal bagi para delegasi ini akan memiliki akses ke jaringan global yang
sebelumnya sulit dijangkau.
Kedua, kolaborasi adalah kata kunci
baru. Tema BATIC tahun ini bukan kebetulan. CEO Telin secara eksplisit
menyebut bahwa kolaborasi kini harus melibatkan lebih banyak pemain—dari
hyperscaler hingga regulator. Perusahaan yang masih berpikir bisa
berjalan sendiri akan tertinggal.
Ketiga, infrastruktur menjadi
fondasi. Dalam BATIC 2026, dibahas secara mendalam bagaimana kebutuhan
bandwidth untuk AI mencapai 10 kali lipat dibanding sebelumnya.
Perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur—data center, kabel
laut, cloud—akan melihat permintaan meledak dalam beberapa tahun ke
depan.
Analisis: Dari Konsumen Menjadi Penghubung
Ada satu
kalimat dari Direktur Wholesale & International Service Telkom, Budi
Satria Dharma Purba, yang perlu dicermati: "Network kita saat ini tidak
lagi hanya mengkoneksi informasi, tapi sebenarnya network kita dibangun
adalah untuk mengkoneksi intelegensi".
Ini adalah pergeseran
mendasar. Selama ini, jaringan telekomunikasi dianggap sebagai "pipa"
yang mengalirkan data. Kini, jaringan adalah sistem saraf yang
menghubungkan kecerdasan—antara manusia, antara mesin, antara
perusahaan.
BATIC 2026 adalah wujud dari pergeseran itu.
Indonesia tidak lagi hanya menjadi tempat di mana data mengalir.
Indonesia menjadi tempat di mana keputusan tentang data itu dibuat.
Yang sebaiknya dilakukan untuk perusahaan teknologi dan enterprise di Indonesia:
Pertama,
manfaatkan momentum BATIC. Konferensi ini baru dimulai hari ini dan
berlangsung hingga 28 Agustus. Bagi yang belum terlibat, masih ada waktu
untuk mengikuti diskusi dan membangun koneksi.
Kedua, mulai
berpikir sebagai bagian dari ekosistem regional, bukan hanya lokal.
Pembahasan di BATIC menunjukkan bahwa Indonesia sedang dibicarakan
sebagai pemain Asia Pasifik. Perusahaan yang bisa menunjukkan
kapabilitas regional akan lebih menarik bagi mitra global.
Ketiga,
investasi di infrastruktur yang mendukung AI. Kebutuhan bandwidth yang
melonjak 10 kali lipat adalah sinyal yang tidak bisa diabaikan.
Perusahaan yang bergerak di cloud, data center, dan networking harus
bersiap untuk lonjakan permintaan.
Kesimpulan
BATIC
2026 hari ini bukan sekadar konferensi tahunan yang lebih besar dari
sebelumnya. Ia adalah pernyataan. Bahwa Indonesia—melalui ekosistem
digitalnya—sedang bertransformasi. Dari pasar yang pasif menjadi
penghubung yang aktif. Dari konsumen teknologi menjadi tempat di mana
masa depan teknologi Asia Pasifik dibicarakan, dirancang, dan dibangun.
Pertanyaannya sekarang: apakah bisnis Anda siap menjadi bagian dari
ekosistem yang sedang dibangun ini?
Karena di era AI dan konektivitas global, tidak ada yang namanya penonton. Semua orang adalah pemain.
SUMBER REFERENSI:
· detikInet, "BATIC 2026 Cetak Rekor, Peserta Tembus 2.700 dari 67 Negara", 26 Agustus 2026
· ANTARA Kepri, "BATIC 2026 perkuat kolaborasi digital Asia Pasifik, bahas pengembangan autonomous AI", 26 Agustus 2026
· CNBC Indonesia, "Telkom Mainkan Peran Penting Dalam Infrastruktur AI dan Cloud Dunia", 26 Agustus 2026
· Telin.net, "Telin Launches ignitePRO at BATIC 2026, Turning Enterprise AI Ambition into Action", 25 August 2026
Same In Category
- Vcloudpoint Membantu meningkatkan efisiensi pekerjaan
- Si Kecil Yang Hemat!
- “RISHA” TEKNOLOGI RUMAH SEHAT TAHAN GEMPA DARI PRESIDEN JOKOWI
- “Big Data” Tengah Populer di industri Teknologi, Lalu apa Fungsi dan Manfaatnya?
- ‘Shoelace’ Senjata Baru Google yang Siap Gantikan Google Plus
- ‘RCS’ iMessage ala Android Dari Google
- ‘Nettox Watch’ Solusi Ciptaan Mahasiswa UI Atasi Candu Internet
- ‘Meet Now’, Fitur Baru dar Skype yang Dapat Diakses Tanpa Unduh Aplikasi dan Sign-Up
- ‘GET’ Gojek Versi Thailand Resmi Mengaspal di Bangkok
- ‘Explore’ Gantikan Fitur Trending YouTube di Android dan iOS
Related Blogs By Tags
- Vcloudpoint Membantu meningkatkan efisiensi pekerjaan
- Si Kecil Yang Hemat!
- “RISHA” TEKNOLOGI RUMAH SEHAT TAHAN GEMPA DARI PRESIDEN JOKOWI
- “Boba Watch” Aplikasi Recommended Buat Kamu Pecinta Bubble Tea
- “Big Data” Tengah Populer di industri Teknologi, Lalu apa Fungsi dan Manfaatnya?
- ‘Shoelace’ Senjata Baru Google yang Siap Gantikan Google Plus
- ‘RCS’ iMessage ala Android Dari Google
- ‘Nettox Watch’ Solusi Ciptaan Mahasiswa UI Atasi Candu Internet
- ‘Meet Now’, Fitur Baru dar Skype yang Dapat Diakses Tanpa Unduh Aplikasi dan Sign-Up
- ‘GET’ Gojek Versi Thailand Resmi Mengaspal di Bangkok






























Leave A Comment